A. Islam
sebagai agama sempurna
Misi kedatangan Islam bermula ketika
agama-agama sebelumnya tidak mampu lagi menjawab kebutuhan manusia akan
aktualiasi kebutuhan spiritual terhadap kekuatan ghoib. Islam hadir dengan
menawarkan konsep-konsep penyempurnaan terhadap agama sebelumnya. Konsep-konsep
tersebut berupa jawaban terhadap kebutuhan manusia. Manusia memiliki sebuah
fitrah yang telah ada sejak proses penciptaan[2].
Sebab fitrah merupakan bawaan alami yang melekat dalam diri manusia.
Berdasarkan bentuknya agama terbagi atas
agama samawi dan agama ardhi[3].
Agama samawi adalah agama wahyu, agama langit, agama yang dibawa melalui
perantaraan nabi/rasulnya. Sedangkan agama ardhi adalah agama bumi, agama budaya,
agama filsafat, agama ra’yu, agama yang ciptakan manusia itu sendiri.
Berdasarkan kedua bentuk agama tersebut maka kita dihadapkan untuk memilih
agama, apakah agama samawi (Yahudi, Nasrani, dan Islam) ataukah agama ardhi
(Hindu, Budha, Kong Hu Cu, Shintu dan termasuk aliran kepercayaan).
Setelah pembahasan tersebut, selanjutnya
manusia dihadapkan pada pilihan untuk memilih satu agama, apakah agama samawi
ataukah agama ardhi. Untuk menjawab pertanyaan tersebut manusia perlu melalui
proses panjang, proses yang berliku-liku sebab pencarian terhadap agama hakiki
tak sama perbandingannya dengan pencarian dengan sebuah organisasi mahasiswa.